Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Berkebutuhan Khusus



Duniaanak - Anak berkebutuhan khusus dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dalam melakukan aktivitas serta interaksi dengan teman maupun lingkungan.

Hanya saja, orangtua perlu memahami bahwa menumbuhkan rasa percaya diri anak berkebutuhan khusus membutuhkan waktu, kesabaran dan tahapan aksi yang tepat agar anak dapat mandiri dan melakukan aktivitas serta interaksi dengan teman sebaya, atau lingkungan sekitar.

Menurut Cicilia Dewi Puspita Sari salah satu pendidik bagi anak berkebutuhan khusus di Pendidikan Inklusi Cikal, menjelaskan bahwa ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh orangtua dalam keseharian agar anak berkebutuhan khusus memiliki rasa percaya diri untuk melakukan aktivitas dan berinteraksi. 

1. Memberikan kepercayaan

Tahap ini merupakan langkah pertama menumbuhkan kepercayaan diri kepada anak berkebutuhan khusus. Dengan cara memberikan kesempatan-kesempatan dalam mencoba hal-hal baru seperti memilih baju yang akan dikenakan, menghitung dengan benda yang disukai, dan aktivitas lain sesuai dengan minat anak.

“Orang tua berperan penting dalam melatih kemandirian serta membangun kepercayaan diri anak, karena orang tua merupakan pendidik pertama anak. Hal yang perlu diperhatikan adalah kemauan serta konsistensi orang tua untuk memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat mandiri mengerjakan hal-hal kecil dan dasar di rumah,” tuturnya.

Tahap pertama ini menurutnya akan berguna untuk melatih kemandirian murid sejak dini, sehingga kemandiriannya dan kepercayaan dirinya dapat terus berkembang hingga optimal.

2. Memberikan reinforcement atau penguatan

Dalam tahap kedua ini, penguatan berupa apresiasi atas keberhasilannya dalam menyelesaikan suatu tugas secara mandiri merupakan langkah yang tepat untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri anak berkebutuhan khusus.

“Membangun kepercayaan diri pada anak dalam proses kemandirian bisa dilakukan dengan memberikan reinforcement atau penguatan atas keberhasilannya dalam menyelesaikan suatu tugas secara mandiri oleh orang tua,” ucapnya.

3. Mendorong anak melanjutkan aksi baik

Dalam pemberian motivasi untuk melanjutkan aksi baik, kemauan serta konsistensi orangtua memberikan kepercayaan pada anak dalam mengerjakan hal-hal kecil dan dasar di rumah dapat dilanjutkan.

“Pemberian motivasi untuk melanjutkan aksi baik oleh orang tua tentunya akan berguna untuk melatih kepercayaan dirinya dapat terus berkembang hingga optimal dalam kesehariannya,” pungkas Cicilia.