Cara Melatih Anak agar Cepat Bicara



Duniaanak - Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda, bahkan termasuk kemampuan bicaranya. Mungkin sebagian anak ada yang sudah lancar bicara di usia 2 tahun, namun ada juga yang belum begitu lancar.

Pada usia 2 tahun, anak diharapkan sudah bisa mengatakan kata sederhana seperti “mama”, “dada”, “makan”, dan sejenisnya. Nah, untuk merangsang anak agar bisa cepat bicara, berikut beberapa hal yang bisa orang tua lakukan di rumah, seperti dikutip dari Very Well Family.


1. Jangan langsung memberikan apa yang anak tunjuk

Saat si kecil menginginkan sesuatu, terkadang hanya bisa diketahui lewat tanda atau isyarat yang dilakukan seperti menunjuk. Jika Anda berikan, anak akan selalu melakukan hal serupa saat menginginkan sesuatu. Sehingga, sulit untuk si kecil berlatih bicara.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan langsung mengabulkan keinginan si kecil apabila ia hanya menunjuknya. Cobalah beri si kecil kesempatan untuk berbicara kata sederhana saat menginginkan sesuatu seperti “mau”, “itu”, “tolong”. Meski sederhana, tetapi anak bisa mengeksplorasi kata demi kata sehingga bisa lancar berbicara.

2. Setop penggunaan dot

Kebiasaan memberikan dot atau empeng pada anak bisa jadi salah satu penyebab anak belum lancar bicara. Saat anak diberikan dot atau empeng, ia menjadi sulit untuk mengatakan sesuatu. Apalagi, bila kebiasaan itu berlangsung sampai usia 2 tahun. Jadi, kurangi memberikan dot atau empeng untuk si kecil ya.

3. Ajak berdiskusi

Salah satu cara untuk melatih anak berbicara di rumah adalah dengan mengajaknya berdiskusi. Dengan begitu, pelan-pelan anak akan membangun kosakatanya sendiri. Misalnya, ajak berdiskusi tentang apa yang mau si kecil makan hari ini. Anda juga bisa berikan pilihan untuknya seperti “mau susu atau biskuit”.

4. Gunakan alat peraga

Orang tua juga bisa menggunakan alat peraga untuk melatih anak berbicara di rumah. Contohnya, saat ingin menyebut nama benda. Anda bisa pegang benda itu di samping mulut, kemudian ucapkan nama benda itu pelan-pelan. Sehingga, anak bisa melihat gerakan mulut Anda.

5. Bermain

Bermain adalah dunia anak. Dengan bermain, secara tidak langsung Anda sedang memberikan stimulus untuk si kecil.

Salah satu permainan yang bisa dilakukan bersama si kecil adalah ‘ikuti apa yang Ibu katakan’. Contohnya, jika Anda menyebut kata ‘Apel’, maka si kecil juga harus menyebut kata apel. Agar anak bersemangat, Anda bisa memberikan hadiah kecil bila kata yang diucapkan sesuai. Sebab, hadiah yang diberikan bisa memberi semangat si kecil untuk terus berlatih.

6. Lakukan pengulangan

Sebagian besar, daya ingat seseorang berasal dari pengulangan. Kata yang diulang berkali-kali akan lebih mudah diingat daripada hanya diucapkan sekali. Dalam kondisi ini, apabila si kecil salah mengucapkan kata, sebaiknya Anda memberikan kesempatan untuk mengulanginya. Jadi, jangan lupa untuk memberi contoh pengucapan yang benar dulu ya!

Perlu diingat, melatih anak berbicara membutuhkan kesabaran. Jadi, saat si kecil melakukan kesalahan, jangan langsung dimarahi.

Bila sudah melakukan beberapa cara di atas, namun anak tidak menunjukkan perkembangan, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan terbaik. Keterlambatan bicara sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya, gangguan pendengaran, gangguan perilaku, gangguan mulut, gangguan bicara, masalah saraf, sampai kurangnya stimulasi.