Cara Membedong Bayi agar Nyaman dan Tidak Kepanasan



Duniaanak - Membedong bayi sudah menjadi tradisi turun temurun di Indonesia. Selain untuk melindungi tubuh dari garukan kuku, membedong juga dapat memberikan rasa nyaman dan hangat pada si kecil.

Meski begitu, pastikan Anda tidak membedong bayi terlalu erat. Tujuannya agar si kecil tidak sesak dan kepanasan. 

Saat Ini menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia kian mencapai 35 derajat dan musim kemarau 2022 di prediksi akan terjadi pada bulan Agustus. 

Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bayi tidak merasa kepanasan saat di bedong, terutama di musim-musim tersebut. Sebab, bila kepanasan, bayi justru akan menjadi rewel karena berkeringat.

Dikutip dari Parenting First Cry, membedong bayi di musim panas, tetap diperbolehkan. Namun, ada beberapa tips yang perlu dilakukan agar bayi tetap nyaman dan tidak kepanasan seperti berikut ini:

Pilih kain yang berbahan lembut

Jika Anda tetap ingin membedong bayi saat musim kemarau, pilihlah kain yang berbahan lembut dan menyejukkan seperti katun. Karena, hal ini dapat mengurangi rasa gerah pada bayi.

Pakaikan bayi baju yang tipis

Sebelum membedong, periksalah terlebih dahulu pakaian yang digunakan si kecil. Jika mereka mengenakan pakaian berbahan tebal, sebaiknya diganti menjadi pakaian yang tipis dan nyaman.

Oleskan bedak bila muncul ruam

Bila muncul ruam di tubuh bayi akibat kepanasan, Anda bisa mengatasinya dengan mengoleskan bedak. Sebaiknya pilih juga bedak yang memang punya formula untuk mengatasi ruam atau biang keringat.

Namun, bila bayi rewel terus-menerus disertai keringat berlebih dan kulit wajah memerah saat dibedong, mungkin saja mereka merasa sangat kepanasan. Bila sudah seperti itu, segera lepaskan bedong, lalu pindahkan bayi ke tempat yang sejuk seperti ruangan ber-AC agar membuat si kecil nyaman.